Budidaya Ikan Lelek
blogallirohmar.blogspot.com
Budidaya ikan lele menjadi perimadona perikanan di
indonesia. Warung makan banyak yang menyadikan. Super market dan pasar
tradisional juga menyediakan lele.
Daftar isi cara cara budidaya ikan lele:
1. Konstruksi kolam
2. Pemilihan Benih
Unggul.
3. Penebaran Benih
4. Pengaturan Kualitas air
5. Kedalaman air
6. Tingkat Kejernihan Air
7. Pakan
8. Pengendalian Hama dan Penyakit
9. Pemanenan Dan Pemasaran
Ikan yang satu ini banyak digemari masyarakat. Tidak
sedikit para pembisnis ikan yang memilih ikan ini sebagai muara penghasilan
sekaligus budidaya.
cara Awal Pengisian Air dan Bibit
1. Konstruksi kolam
Tahap utama dalam budidaya ikan lele adalah wadah budidaya
baik kolam tanah maupun kolam terpal dan kali ini adalah cara budidaya ikan
lele di kolam terpal. Bagian dalam kolam terpal dicuci dengan sabun untuk
menghilangkan bau lem atau bahan kimia yang dapat membunuh benih ikan. Setelah
itu, bagian dalam terpal dibilas bersih dan dikeringkan selama satu hari, kolam
diisi dengan air hingga 20 cm.Setelah kolam sudah terisi air diamkan selama
kurang lebih satu minggu untuk proses pembentukan lumut dan untuk pertumbuhan
fito plankton.
Kemudian tambahkan air lagi hingga mencapai 80 cm setelah ikan
berangsung dewasa. Air yang telah ditinggalkan selama seminggu penuh dan
diberikan daun-daun seperti daun singkong, atau pepaya. Tujuannya agar air
berwarna hijau. air hijau untuk mencegah bau yang disebabkan karena penguapan
air kolam dan harus dilakukan 25% penambahan dan penggantian air.
2. Pemilihan Benih Unggul
Benih unggul dapat kita lihat dengan cara memperhatikan Ciri-ciri Sebagai Berikut :
Benih unggul dapat kita lihat dengan cara memperhatikan Ciri-ciri Sebagai Berikut :
- Benih Terlihat aktif Melakukan
oksigenasi;
- Gesit, Agresif Dan cerah;
- Ukuran Terlihat Sama Rata;
- Warna Sedikit Lebih Terang;
blogallirohmar,blogspot.com
3. Penebaran Benih
Siapkan benih 1000 lele dumbo/sangkuriang ukuran 1,5-2 inci”.
Untuk ukuran kolam 2m x 1m x 1m. jika budidaya yang di lakukan dalam kuota yang
besar maka penebaran benih kita akumulasikan dengan perbandingan sesuai
ketentuan diatas. Bibit yang baru dibeli jangan segera dimasukkan ke dalam
wadah atau kolam untuk budidaya, tapi harus melalui tahap peredaman yang dapat
menyesuaikan benih ikan dengan air di kolam habitat untuk ikan di budidaya.
Langkah-langkah sebagai berikut :
- Siapkan Bak / Ember;
- Masukan air kolam yang akan di
jadikan budidaya ikan kedalam ember/bak;
- Masukan Benih Lele yang akan Di
tebar;
- Diamkan Selama Kurang lebih selama
30 Menit (tujuan agar benih ikan melakukan penyesuain dengan air kolam
bakal budidaya) dan untuk menghilang stres ikan setelah di pindahkan dari
habitat penangkaran dan akan masuk kehabitat baru.;
- Setelah 30 menit benih dapat di
tebar ke dalam kolam baik kolam tanah maupun kolam terpal.
Penebaran benih baik lakukan pada pagi atau malam hari
karena di waktu pagi atau malam hari kondisi air relatip stabil. Setelah lele
berumur lebih dari 20 hari, lele perlu disortir dengan menggunakan bak
penyortir berukuran 9 -12 cm.
Alasannya dilakukan
sortir karena, ikan lele yang lebih kecil akan sulit untuk mendapatkan makanan
karena kalah cepat dengan yang lebih besar dan dapat memperlambat laju
pertumbuhan ikan sebagian. Oleh karena itu, sejak awal kita harus menyiapkan
dua kolam ukuran yang sama dengan tujuan untuk memisahkan ikan yang sudah di
lakukan sortir.
Apabila tidak
mempunyai lokasi yang cukup luas kita dapat menyiapkan kolam untuk ikan hasil
sortir lebih kecil dari kolam budidaya. karena hanya ikan yang kecil saja yang
di pindahkan ke kolam hasil sortir (kolam kecil untuk ikan yang kecil) dan
kolam yang besar kita gunakan untuk ikan yang besar.
4. Pengaturan Kualitas air
Air kolam akan berkurang karena proses penguapan maka
perlu tambahkan air sampai tingkat air kembali ke posisi normal. Pada tingkat
air 20 cm (bulan pertama), 40 cm (bulan kedua), dan 80 cm (bulan ketiga).
Warna air yang terbaik bagi ikan lele berwarna hijau
menunjukkan bahwa kualitas air yang baik untuk ikan lele. Lele tidak suka air
jernih. Dan air akan berubah merah ketikan ikan sudah dewasa untuk siap panen.
5. Kedalaman air
Kolam jangan terlalu dangkal karena penguapan akan
membuat ikan menjadi terlalu panas. Tentunya ini akan membuat ikan menjadi
kelelahan dan mati. Solusinya adalah dengan menambahkan air telah surut kembali
ke posisi yang telah ditentukan.
Selain
itu perlu untuk menambahkan tanaman air seperti kangkung, daun talas / talas,
dan eceng gondok. Fungsi sebagai tanaman peneduh, selain itu juga dapat
menyerap racun yang terkandung dalam air kolam. tingkat air kolam 20 cm (bulan
pertama), 40 cm (bulan kedua), dan 80 cm (bulan ketiga).
6. Tingkat Kejernihan Air
Pada dasarnya lele tidak suka air jernih. Hal ini dapat
dilihat dari sifat dan bentuk tubuhnya. pakan alam lele di malam hari
menyebabkan lele tidak perlu penglihatan yang baik. Hal ini juga didukung dari
bentuk tubuh memiliki kumis di sekitar mulut. Fungsi ini berguna untuk meraba
makanan.
Selain itu, sistem pernapasan ikan lele menggunakan
labirin, yang berarti bernapas lele tidak bergantung pada oksigen terlarut dalam
air. Dengan demikian, kondisi oksigen minimal lele dapat bertahan hidup air
berlumpur tersebut. Meskipun ikan lele tidak suka air jernih, kita tidak bisa
memasukan sembarangan air ke dalam kolam.
Bisa jadi kita memasukan air yang mengandung bakteri dan
parasit yang dapat menyebabkan penyakit. sebagai penangkalnya yaitu dengan
memberikan daun seperti yang disebutkan di atas sehingga air berwarna hijau.
7. Pakan
Pakan dilakukan tiga kali sehari yaitu pukul 07:00 pagi,
17:00 dan 22:00. Makanan tidak selalu harus 3 kali sehari, bisa jadi 4 kali,
tergantung pada kebutuhan ikan akan makan.
Dalam proses pakan budidaya ikan diberikan dengan
menggunakan jenis sentrat ikan 781-1 karena di dalamnya mengandung nutrisi yang
di butuhkan ikan protein minimal 35%, lemak 10-16%, karbohidrat 15-25%, vitamin
dan mineral. .
Pemberian pakan tidak boleh terlalu berlebihan karena
akan menimbulkan berbagai macam jenis penyakit akibat pakan yang mengendap yang
tidak termakan oleh ikan. akan menyebabkan amonia beracun.
8. Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit tidak bisa dianggap remeh karena sangat
mempengaruhi baik volume produksi. maupun tingkat keberhasilan dalam budidaya
ikan. Hama biasanya binatang yang berang-berang, burung pemakan ikan, kucing,
dll Adapun penyakit seperti virus dan bakteri.
Pencegahan
adalah dengan menggunakan semacam penghalang sehingga tidak ada hewan liar yang
masuk ke kolam dan makan benih lele. Untuk penyakit dapat diberikan obat-obatan
yang banyak tersedia di toko perikanan, tergantung pada jenis penyakit yang
menjangkit ikan lele.
9. Panen
Setelah Kurang lebih selama 90 hari, ikan akan dipanen.
Pemanenan dilakukan dengan menyortir dengan memilih ikan yang layak untuk
dikonsumsi (dijual) ukuran biasanya 4 sampai 7 ekor per kg atau sesuai dengan
keinginan pembeli, maka ukuran yang lebih kecil dipelihara kembali.
blogallirohmar.blogspot.com
10.
Target Pemasaran Ikan Lele
Ada banyak sekali target pemasaran yang
kiranya dapat anda gunakan untuk usaha ikan lele ini. seperti menjualnya
sendiri dengan harga per kilogram(Kg) atau dengan menjualnya pada warung-warung
makanan penyetan serta lalapan. Dengan begitu anda akan menjadi pemasok untuk
kebutuhan ikan lele, bahkan jika anda memiliki relasi yang memiliki restaurant
dan memilih ikan lele sebagai menunya, perlu anda coba untuk berpeluang lebih.
Selain itu, daya kreatif juga mampu
mendulang sesuatu yang istimewa. Ikan lele juga dapat anda olah menjadi
makanan, contoh dekatnya adalah abon lele yang sudah banyak didengar masyarakat
namun belum banyak yang menginginkan berpeluang usaha dalam bidang tersebut.
Karena kebanyakan orang memilih mengolah abon dari ayam serta sapi. Jadi, ini
akan memberikan peluang lebih bagi anda yang mau kreatif.
blogallirohmar.blogspot.com




Tidak ada komentar:
Posting Komentar